Kamis, 07 Juli 2011

Tips Perawatan Mobil Bekas Matic


Karena banyaknya permintaan dari pasar mobil bekas bertransmisi matic sekarang ini semakin bertambah, dengan diluncurkannya beberapa varian mobil matic khususnya didaerah yang memang terkenal dengan kemacetannya seperti di Jakarta, mobil matic bisa menjadi pilihan terutama buat para wanita yang menginginkan kenyamanan yang lebih pada saat terjebak di kemacetan.

Semua itu juga akan terwujud jika perawatan yang dilakukan sesuai dengan prosedurnya, berikut dibawah ini adalah tips perawatan mobil bekas matic :
  • Perhatikan bagian yang paling butuh perawatan di mobil bekas matic adalah perangkat perseneling terutama gearbox. Didalam gearbox matik ada yang namanya Automatic Transmission Fluid (ATF), yaitu fluida yang berfungsi tidak hanya untuk melumasi. Prinsip hidrolis dalam gearbox matic perlu mediator, terutama untuk mengatur perpindahan gigi dan merapatkan plat kopling. Jadi,kalau viskositas/kekentalannya turun, maka tekanan yang dihasilkan juga bakal berkurang. Gejala awal yang bisa dirasakan antara lain tarikan awalnya jadi lelet, perpindahan gigi jadi lambat. Jika hal tersebut terjadi maka Fluida matik sudah harus diganti, selain tingkat kekentalannya turun, kerja pompa oli yg bersistem mekanis juga akan terganggu. Pasalnya, tidak ada proses pembakaran di transmisi matic, turunnya viskositas fluida disebabkan kontaminasi akibat masa pakai.
  • Untuk gejala kerusakan pada mobil bekas transmisi matic bisa dirasakan dari slip kopling. Biasanya terjadi ketidakseimbangan putaran mesin dengan laju mobil. Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil berjalan dengan laju yang tidak seimbang dengan deru suara mesin. Perpindahan gigi persneling juga menyentak, tak halus seperti biasa. Ini bisa dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, kemudian lepaskan pedal rem, bila mobil langsung bergerak maka mobil masih dalam keadaan yang sehat dan jika tidak kemungkinan ada masalah pada transmisi automatic-nya. Untuk perawatan plat kopling mobil matic agar tidak cepat rusak, jangan posisikan tuas persneling pada saat parkir di posisi P (park) sebelum mobil berhenti tepat dan jangan biarkan tuas persneling di posisi D (drive) pada saat sudah terparkir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar