Kamis, 14 Juli 2011

Cara Memilih Dan Merawat Busi Motor

Kegunaan dan fungsi dari Sparepart motor busi adalah sebagai alat untuk memercikkan api listrik guna membakar campuran gas pada ruang pembakaran yang dihasilkan dari kerja karburator. Percikan ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil. Tanpa percikan bunga api yang dihasilkan busi, mesin tidak akan bekerja.
 Agar mesin bekerja prima, sebaiknya anda rajin memperhatikan kondisi busi dengan cara membersihkannya dari kotoran dan sisa pelumas. Sparepart motor seperti busi yang baik hendaknya mampu bekerja dalam suhu dan tekanan tinggi. Busi berhubungan langsung dengan pembakaran dalam mesin, sehingga dengan mengamati elektroda busi dapat kita lihat kondisi mesin motor tersebut.
Berikut ini beberapa cara memilih busi dan tanda di busi yang berhubungan dengan kondisi mesin :
  • Busi dalam kondisi baik dapat dilihat dari warna kaki sekatan busi yaitu abu-abu terang atau coklat kemerahan. Hal itu berarti kondisi mesin meliputi waktu pengapian dan penyetelan mesin dalam kondisi baik. 
  • Busi yang kotor insulatornya harus dibersihkan karena dapat mengganggu pembakaran. Bila ujung insulator, elektroda busi tertutup kotoran jelaga hitam dan sisa pembakaran yang halus itu berarti kemungkinan ada setelan yang tidak pas. Akibatnya konsumsi bahan bakar akan boros, asap sisa pembakaran berwarna hitam dan mesin akan  susah untuk distarter dalam keadaan dingin. Segera perbaiki atau kalau perlu ganti busi dengan yang baru. 
  • Bila ujung insulator berwarna kuning agak coklat muda dan kadang-kadang muncul warna hijau hal itu menunjukkan kemungkinan bensin atau oli yang tercampur air atau aditif yang kurang cocok. Sehingga tarikan mesin menjadi kurang dan lamban berakselerasi serta knalpot jadi meledak-ledak. 
  • Busi yang berkerak kuning kehitaman itu menunjukkan bahwa campuran bahan bakar di karburator terlalu gemuk. Hal itu dapat disebabkan karena katup pada ruang pemanasan tidak bekerja, saringan udara kotor sehingga mengganggu pembakaran. 
  • Busi berkerak basah menunjukkan adanya oli yg masuk ke ruang bakar. Biasanya pada mesin 2 tak yang oli sampingnya masuk dalam ruang bakar, jika oli berlebih misalkan karena klep oli tidak mampu menahan oli yang mengalir dari bak oli maka dapat menyebabkan oli masuk dan terbakar di ruang bakar. 
  • Busi yang berkerak putih mengkilap dan berbutir itu menunjukkan busi dalam keadaan panas yang berlebihan. Penyebabnya bisa karena ruang bakar yang kotor dan berkerak , pemakaian bahan bakar beroktan rendah dan detonasi. Selain itu juga disebabkan oleh cairan pendingin ( khusus untuk motor dengan liquid cooling) masuk dan ikut terbakar di ruang bakar.
Dan dibawah ini cara merawat busi sebagai berikut :
  1. Buka penutup busi, periksa kondisinya apakah masih dalam keadan baik atau tidak. 
  2. Bersihkan daerah sekitar lubang busi dengan kain bersih 
  3. Lepaskan busi dengan menggunakan kunci busi, periksa kondisi businya. Jika busi kering dan berkerak abu-abu, itu tandanya pembakaran mesin motor anda masih berjalan baik.Namun jika busi terlihat basah dan keraknya berwarna hitam, artinya pembakaran didalm motor anda kurang sempurna. 
  4. Untuk memudahkan pembersihan, rendamlah busi dalam bensin atau minyak tanah, kemudian bersihkan busi dengan kuas/sikat dan keringkan dengan kain yang bersih. Bila tidak punya minyak tanah, jangan gunakan elpiji ya , gunakan amplas dan gosok ujung elektroda sampai bersih 
  5. Periksa celah antara elektroda, Kembalikan pada posisi normal sesuai buku petunjuk. Pada umumnya celah elektroda berjarak 0.8mm sampai 1.2mm. Ukur dengan jangka sorong kalau ada.
  6. Setelah busi selesai dibersihkan, masukkan kembali ketempatnya secara hati-hati. Jangan memasang busi terlalu keras. Sebab bisa mengakibatkan busi akan sulit dilepas kembali atau bisa pula merusak ulir pada lubang mesin. Kekencangan busi berpengaruh pada letupan yang dihasilkan. Busi sebaiknya dicek setiap 3000km dan diganti setelah 6000km / lebih.

1 komentar: