Selasa, 18 Oktober 2011

CARA MEMBERSIHKAN INTERIOR MOBIL BEKAS

Perawatan pada mobil bekas seperti cara membersihkan interior mobil bekas bisa dilakukan sendiri, baik di waktu luang saat weekend  maupun setelah melakukan perjalanan liburan. Demikian pula dengan alat serta bahan yang digunakan. Yang terpenting adalah ketelitian dalam melakukannya

Plafon merupakan area yang paling jarang tersentuh kotoran. Apalagi jika di dalam mobil tidak ada yang merokok. Namun bisa saja, tangan kotor anak Anda menyentuh plafon. Sebelum membersihkannya, perhatikan bahan pembuat plafon. Jika mobil Anda menggunakan plafon fabric,  proses kerjanya lebih mudah. Anda tinggal menyemprotkan cairan pembersih, dan seka perlahan dengan sikat halus. Lakukan gerakan searah agar tidak merusak seratnya. Lap dengan kain mikrofiber untuk mengangkat kotoran. Untuk mempercepat pengeringan bisa dibantu vacuum cleaner.
Jika plafon memakai bahan beledu. Setelah menyemprotkan cairan pembersih, coba usap perlahan dengan sikat. Perhatikan arah bergeraknya bulu-bulu beledu. Apabila bulu-bulu tersebut terangkat, artinya Anda salah arah dalam menyikatnya. Namun jika bulu-bulu tetap tidur, berarti Anda sudah benar. Penting untuk mengetahui arah pegerakan sikat untuk mengantisipasi tercabutnya bulu-bulu halus dari beledu. Serat beledu bersifat sensitif. Usahakan untuk tidak menyentuhnya jika tidak terpaksa. Sedikit goresan kuku cukup untuk merusak seratnya.

Dasbor : Masalah yang umum terjadi  pada dasbor biasanya hanya kotor oleh debu. Gunakan lap chamois  untuk mengangkat kotoran. Selanjutnya, keringkan dengan kain mikrofiber. Yang patut diperhatikan adalah dasbor yang sering terpapar panas matahari. Upaya perawatan bisa dilakukan dengan memakai interior dressing  non-silikon. Usap dengan kain mikrofiber. Sehingga kelembaban dasbor tetap terjaga dan melindungi kabin dari ganasnya sengatan cahaya matahari.

Panel pintu : Kedua langkah di atas bisa dilakukan pula pada panel pintu. Sepanjang panel-panel ini menggunakan bahan vinyl,  kulit, karet, dan plastik.Untuk panel kayu dan mengilap, tidak perlu menggunakan bahan interior cleaner,  dan dressing.  Salah aplikasi malah akan menimbulkan noda. Cukup dibersihkan dan pastikan tak ada noda membandel yang menempel.

Jok : Jok memiliki potensi kotor yang besar. Apalagi jika ditambah kejatuhan serpihan makanan atau terciprat air minuman. Untuk jok terlapis kulit upaya membersihkannya lebih mudah. Syaratnya adalah segera dibersihkan begitu terkena. Jika pun tidak dan baru dikerjakan setelah sampai rumah, bisa memakai bahan leather cleaner.  Rawat kelembabannya dengan leather conditioner. Sementara untuk jok berbahan fabric,  bersihkan dengan vacuum cleaner.  Gunakan interior cleaner  untuk mengenyahkan noda. Usap dan bersihkan dengan sikat halus. Lakukan gerakan searah agar tidak merusak serat kain. Seka dengan kain mikrofiber untuk mengangkat semua kotoran.

Karpet : Karena lokasinya di bawah, tak ayal karpet pelapis dan dasar menempati peringkat paling kotor. Langkah paling mudah adalah mengangkat kotoran dengan vacuum cleaner.  Tapi karpet mobil sekarang ada yang berbahan bulu. Karena serat bulu panjang dan lebat, kotoran dapat menyusup ke dalam. Gunakan sikat halus untuk mengangkatnya. Bisa dibantu dengan cairan pembersih khusus karpet bulu agar kotoran melunak dan mudah terangkat.
Sama seperti beledu, pastikan arah gerakan dengan mencobanya sekali. Pada beberapa jenis karpet, terdapat pembatas tenunan yang hanya terlihat saat disikat dalam kondisi basah. Usahakan searah dengan garis pembatas tenunan. Perhatikan pula arah rebahnya serat.
Seka dengan kain mikrofiber untuk mengangkat sisa kotoran dan mengeringkan. Vacuum cleaner  dapat digunakan untuk memastikan kebersihan, dan mengurangi kelembaban. Namun jika Anda ingin hasil maksimal, keluarkan karpet pelapis dan cuci di luar. Tentu dengan prosedur serupa. Pastikan kering sempurna supaya tidak meninggalkan jejak bau.

Jumat, 14 Oktober 2011

Cara Mengecek Kondisi Sokbreker Pada Motor Second

Bagi pengendara motor second baik buruknya kondisi sokbreker sesungguhnya mudah dikenali. Ada beberapa cara mengecek kondisi sokbreker pada motor second. Diantara cara termudah mengenali kondisi sokbreker sepeda motor adalah:
  • Cara terbaik adalah kendarai dan rasakan. Dengan cara dicoba di berbagai kondisi jalan, baik jalan yang kriting atau jalan yang off road sekalian untuk memastikan kondisi sok breker yang sesungguhnya.
  • Sokbreker yang pantulannya berlebihan tidak aman, karena apabila belok bisa mbanting atau pada kondisi tertentu pengendara bisa terpental. Biasanya kerusakannya karena sil rusak sehingga oli bocor, atau bisa disebabkan juga oli sokbreker sudah encer sehingga system absorbser tidak bisa mengendalikan gerakan per yang masih dalam kondisi bagus. Solusinya, ganti sil dan oli sokbreker jika inner tube msh dalam kondisi bagus, namun jika inner tube juga rusak maka wajib diganti juga.
  • Kondisi sokbreker lainnya adalah sokbreker mati, sehingga menyebabkan sok breker tidak meredam getaran, selain pengendara cepat capek juga bisa badan pegal pegal bila sepeda motor dikendarai, karena getaran langsung diterima oleh badan pengendara. Kerusakan yang demikian bisa disebabkan 2 hal: 1. Ketika mengisi oli terlalu banyak, sehingga mengurangi ruang gerak pegas, 2. Kondisi pegas sokbreker sudah mati. Solusinya ganti per sokbreker oli dan sealnya sekaligus jika rusak.
  • Kondisi ideal sokbreker adalah ketika sepeda motor menerima getaran, sokbreker bisa meredam dengan pantulan yang tidak berlebihan dan terkendali, kondisi demikian karena didukung oleh kondisi per yang masih bagus, sil yang rapat, oli yang sesuai takaran dan kondisi pendukung system sokbreker yang masih dalam keadaan baik.inilah kondisi sokbreker yang normal.

Kamis, 13 Oktober 2011

Tips Menjaga Keselamatan Bagi Pengendara Motor Second

Pengguna sepeda motor di Indonesia semakin bertambah banyak dan membludak. Di Jakarta saja hampir terlihat jalanan dipenuhi oleh sepeda motor yang lalu lalang. Dengan semakin canggihnya teknologi sekarang ini, Produsen meningkatkan kemampuan akselerasi sepeda motor, sehingga motor dapat nyalip dengan lincahnya. Tapi ada juga pengendara motor second yang ugal-ugalan, jalan dengan kecepatan tinggi dan nyalip sana nyalip sini.

Seorang pengendara sepeda motor berani menyalip karena sudah memperikirakan bahwa yang disalip tersebut kecepatannya lebih rendah dan tak akan menambah kecepatannya secara tiba-tiba pada saat disalip atau belok mendadak. Tetapi jika pengendara yang disalip menambah kecepatan secara tiba-tiba atau belok mendadak ke arah yang menghalangi posisi untuk menyalip maka akan sangat bahaya sekali. Kalau tidak waspada dan penyalip tidak segera mengerem kendaraannya maka bisa terjadi tenggoran atau benturan, resikonya jatuh, luka, kecelakaan,cacat bahkan meninggal dunia.

Untuk mengatasi hal tersebut pengendara motor harus berhati-hati dalam menyalip, dan tidak usah ugal-ugalan, Hal yang mendorong pengendara motor ugal-ugalan dan kebut-kebutan dijalanan umum :

1. Ingin dianggap hebat
2. Memburu waktu
3. Panas disalip pengendara lain

Resiko :
1. Kecelakaan
2. Cacat seumur hidup,
3. Meninggal dunia

Manfaat kebut-kebutan tidak ada dan  tidak seimbang dengan resiko yang ada, Berikut ini  tips menjaga keselamatan (safetyriding ) bagi pengendara motor second yang lain agar Resiko di jalanan bisa dikurangi :
  • Memakai Helm yang aman.
  • Cek sepeda motor Anda apakah rem dan gasnya normal
  • Jaga jarak
  • Hati-hati jika menyalip dan selalu lihat kondisi jalan.
  • Lihat spion jika ingin belok.
  • Jangan mengendarai motor pada saat ngantuk, mabuk atau pusing.
  • Jangan menelepon atau sms jika sedang berkendara.
  • Patuhi rambu lalu lintas.
  • Isi angin sesuai dengan standar, kalau ban agak kempes segera ke Bengkel Motor atau ke tempat tambal ban untuk isi angin.
  • Jika ban sudah gundul agar segera diganti, karena membahayakan dan licin.
  • Service lah sepeda motor anda ke Bengkel motor secara berkala 3 bulan sekali, Ganti oli sesuai dengan jenis oli nya (biasanya maksimal pemakaian kilo meter oli ada pada label kaleng oli)

Berdoalah sebelum mengendarai motor, dan jaga emosi jika di jalan.

Rabu, 12 Oktober 2011

Beberapa Bagian Yang Perlu Diperhatikan Pada Motor Second

Bagi para pengendara motor second jika mau memperhatikan kendaraannya apabila mesin motor nya rewel, dan mau menyala saat dikendarai. Padahal, ada sekitar beberapa pemicu kecelakaan yang bisa menimpa pengendara dan ada di antaranya berujung dengan kematian.

Berikut  beberapa beberapa bagian yang perlu diperhatikan pada motor second di bawah ini, yang mungkin ada pada motor second anda :

Tekanan angin ban : Jangan sampai tekanan angin kurang, bisa mengakibatkan bocor. Terlebih lama tak dipakai dan parkir tanpa menggunakan standar tengah. "kalau kurang angin, ban dalam rawan bergesek sama pelek dan ban luar. Sehingga menimbulkan kebocoran bahkan sampai meledak.

Sekring wajib pasang : Pastikan aki didukung sekring yang memiliki ukuran ampere sesuai anjuran. Bahkan posisi pasang sekring benar-benar di tempatnya untuk menghindari terjadinya korslet.

Kabel spidomoter putus : Terutama bila putusnya bagian bawah. Jangan disepelakan dan biarkan putus. Bahayanya, kabel melilit kuat ke jari-jari, Anda pu langsung terpelanting ke depan.

Baut kontra kabel gas : Khusus buat pemilik skubek yang doyan bongkar pasang karburator. Pastikan mur kontra pengikat pipa jalur kabel throtle sudah terikat dengan benar pada beretknya. Bila salah satu mur kendur dan pipa berbentuk huruf "L" lepas, maka grip gas enggak mau diputar alias los. Bahayanya, saat menyalip bisa ditabrak kendaraan dari depan atau diseruduk dari belakang.


Baut sepatbor depan : Periksa baut pengikat (4 buah), jangan sampai kendur. Bila keempat baut lepas dan penahan air itu akan jatuh ke ban, bagian belakang sepatbor akan terlipat di segitiga dan motor bisa ngerem mendadak hingga menyebabkan bagian belakang terjungkal.

Karet footstep rusak : Bila karet copot atau hanucr, maka yang tampak ujung besi sebagai komponen dasar pijakan kaki. Lalu, bayangkan lagi jika ujung besi tadi menyentuh tulang kering kaki tanpa sengaja.

Karet pelindung aki : kepala aki bagian positif ditutupi, entah dari karet, plastik atau material apapan yang tidak menghantar listrik. Jika kondisi sudah rusak dan belum sempat menggantinya, Pastikan aki benar-benar terikat di rumahnya dan jauhnya dari komponen sekitar yang bisa menimbulkan korsleting.

Ganti sproket tajam : Cermati mata gigi gir, baik depan maupun belakang, jika sudah runcing sebaiknya ganti. Karena, bila sudah pada tajam gampang pindah posisi. Rantaipun lepas dan dan terjepit di arm. Anda mendengar orang jatuh dari motor lantaran rantai putus dan terjepit di arm, ya karena kelalaian itu.

Ganti baut tuas rem rem : Jika motor sudah berusia lebih dari 5 tahun, jangan lupa dengan mur penahan, pengikat sekaligus penghubung tuas rem belakang dari bahan babet. Apalagi sering bongkar pasang, memungkinkan ulir aus atau dol. Kalau sudah begitu, rem bisa bablas lantaran as penghubung tuas rem lepas dari tangkai.



Selasa, 11 Oktober 2011

Tips Membersihkan Filter Udara Motor Second

Jika sepelekan saringan udara pada motor second. Lalai dari perawatan bisa mengganggu performa. Padahal, untuk membersihkannya tak harus dibawa ke bengkel, dapat dikerjakan sendiri. Hanya, mungkin banyak yang belum diketahui pemilik motor second kalau bahan filter udara itu sudah masuk generasi ketiga. berikut ini tips membersihkan filter udara motor second


Pertama, menggunakan bahan busa, kemudian bergeser dengnan kertas kering dan terakhir (terbaru), kertas basah. Ketiga mempunyai perlakukan berbeda ketika membersihkannya.

Filter udara dari busa : Meski sudah lama, tak sedikit pabrikan mengaplikasi model ini lantaran mudah perawatannya. Untuk membersihkannya cukup pakai bensin dengan cara direndam atau disiran, setelah itu diperas. Dilakukan dua sampai tiga kali dan memerasnya busa jangan dipelintir. Selain busa cepat rusak, bentuknya berubah dan melar. Untuk mengeringkannya, cukup diremas dengan halus.Setelah dibersihkan, lumuri pakai oli.Bisa pakai oli mesin SAE 10-40W atau oli samping. Cukup tipis dilapisi pada permukaan busa.


Kertas kering : Disebut dry element. Bahannya tebal, tidak cepat rusak saat menyedot udara, meski udaranya terkadang bercampur cairan, semisal air. “Proses membersihkan filter ini justru lebih gampang ketimbang berbahan busa.
Untuk menghilangkan kotoran, cukup disemprot pakai angin kompresor, tanpa harus direndam bensin, apalagi dengan oli. Harganya, jelas lebih mahal dari model busa.


Kertas basah :Model terbaru disebut wet element. Bahannya hampir mirip dengan kertas kering. Bedanya, kertas basah ini memiliki pelumas khusus berfungsi menyetop kotoran tidak masuk ke ruang bakar. Bukan berarti, pelumasnya bisa ditambah.
Saringan tipe ini, juga minim perawatan.

Cara membersihkannya, cukup dilap tipis. Dengan kata lain, sebenarnya nggak perlu dibersihkan hingga waktu gantinya yang maksimal bisa menempuh 15.000 km. Kecuali untuk penggantian saringan udara. Dan yang motornya sering melintasi jalanan berdebu, tentu bakal sering ganti filter.

Solusi : ada cara mudah dan praktis! Gimana kalau filter itu disubsitusi pakai filter model busa. Jadi, kalau kotor tinggal dicuci. Jadi mesti 16 ribu kilometer dan keluar uang lagi. Tinggal beli filter tipe busa.
Cari ukuran busa yang sedikit lebih besar ketimbang filter sebelumnya. Jadi kalau kurang, nggak repot dan tinggal potong.