Senin, 10 Oktober 2011

Cara Memilih Motor Second Matic

Bagi pengendara motor second matic saat ini semakin banyak pilihannya. namun jangan sampai salah dalam memilih motor matic. motor matic pada umumnya memiliki kekurangan yang pasti jika dibandingkan dengan motor bebek atau motor manual lainnya, yaitu konsumsi bahan bakarnya yang lebih boros. Tapi cara mengendarai Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah yang sangat simpel jadi salah satu alasan orang untuk membelinya.

Berikut ini ada beberapa cara memilih motors econd matic hal yang harus diperhatikan  :
  • Dalam memilih motor second matic sesuai dengan fungsinya, untuk jarak dekat, cukup menggunakan motor matic dengan kapasitas mesin yang kecil, untuk menghindari konsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Tapi seandainya anda ingin akselerasi yang cepat bisa memilih motor matic dengan cc yang lebih besar, tapi agak sedikit boros bahan bakarnya. Karena jika memiliki motor matic yang irit, pilihlah motor matic dengan kapasitas mesin yang kecil, Gunanya agar lari dari motor matic pilihan kamu tetap gesit namun tidak terlalu boros. 
  • Dengan kondisi jalan dan kemacetan yang sering terjadi di Jakarta, pilihlah motor second matic dengan body ramping agar bergerak lebih leluasa di kemacetan. Karena motor matic dengan ukuran body yang ramping juga akan memudahkan anda dalam bermanufer, dan lebih leluasa lagi bila sedang berada di kondisi jalan yang macet.
  • Sedangkan untuk warna motor bisa disesusiakan dengan kepribadian dan karakter anda sendiri karena sudah banyak 
  • Supaya nantinya motor matic anda aman dari tindak pencurian, jangan lupa pilih yang dilengkapi dengan kunci anti maling atau kunci magnet otomatis.
  • Jarak antara jok dengan body depan atau dashboard yang cukup luas juga dapat lebih memudahkan anda ketika sedang berkendara.
  • Karena bobot motor matic pada umumnya lebih berat dibandingkan motor bebek biasa, pilih yang ada lock rem-nya. Sehingga tidak perlu takut motor anda tergelincir ketika sedang parkir atau sedang terjebak macet di jalan yang agak menanjak.
  • Memilih motor second matic dari pabrikan(dealer motor) yang menyediakan spare part motor murah, aksesoris dan tempat servis yang memadai dan pastinya mudah untuk didapatkan.

Jumat, 07 Oktober 2011

Tips Agar Berkendara Mobil Bekas Matic Irit BBM

Apabila menggunakan mobil bekas dengan transmisi otomatis (matic), Anda bisa tetap dapat meminimalkan penggunaan bahan bakar. Terutama transmisi otomatis yang masih menggunakan torque converter seperti yang lazim digunakan pada jajaran produk asal Jepang dan Korea. Berbeda dengan teknologi transmisi dual clutch yang memiliki loss power minimum, atau seperti transmisi manual. Penggunaan kopling ganda membuat transfer tenaga optimal dan berlangsung cepat. Tapi perpindahan gigi yang diatur komputer tetap memerlukan pemahaman tersendiri agar efisiensi bbm tetap diperoleh. Berikut dibawah ini tips agar berkendara mobil matik irit bbm
  • Penggantian oli secara rutin : Seluruh usaha tersebut tidak akan optimal bila transmisi tidak berada di performa optimalnya. Otomatis, kualitas pelumas perlu diperhatikan dengan cara melakukan penggantian secara berkala.Bila pelumas bersih, maka transmisi akan dengan mudah menciptakan tekanan untuk menggerakan sistem dan memutar torque converter sesuai perintah komputer. 
  • Manfaatkan 'lock' saat melaju konstan : Saat melaju konstan di tol, Anda dapat memaksimalkan dengan memanfaatkan fitur lock di gigi 3 ke atas. Jadi transmisi akan menyalurkan tenaga mesin ke roda tanpa terjadi slip.Caranya pun mudah, Anda hanya perlu menahan laju kendaraan di kecepatan tertentu selama beberapa saat. Indikasi lock akan terlihat dari menurunnya putaran mesin. Menurunnya putaran mesin akan membuat kebutuhan bahan bakar juga menurun.
  • Pindahkan ke posisi N saat macet : Coba Anda perhatikan, saat tuas berada di posisi D (Drive) dan pedal rem diangkat, mobil akan bergerak maju di jalan datar. Hal ini menandakan torque converter mendapat tekanan lantaran mobil siap untuk berakselerasi.Ketika dalam keadaan berhenti di lampu merah, tentu akan membuang-buang bensin secara percuma lantaran mesin mendapat beban berlebih. Untuk membuktikannya, pindahkan tuas ke posisi N (Neutral) maka putaran mesin akan sedikit meninggi. Itu sebabnya, jika berhenti di lampu merah atau di kemacetan lebih dari 30 detik sebaiknya tuas transmisi digeser ke posisi N.
  • Hindari kickdown : Saat berakselerasi, tentu tidak dapat dilakukan secara spontan untuk memperoleh konsumsi bahan bakar yang efisien. Apalagi saat berakselerasi dari kondisi berjalan, hindari kickdown atau menurunkan posisi gigi secara otomatis dengan cara menginjak pedal gas secara bertahap.Apalagi program komputer kini dapat membaca sudut injakan pedal gas lebih presisi. Jadi saat diinjak 30% dengan 40% atau lebih dari 70%, komputer akan melakukan perpindahan gigi di putaran mesin berbeda. Konsekuensinya, tentu akselerasi akan terasa lamban, terutama pada transmisi yang masih mengusung 4-percepatan.
  • Gunakan engine brake saat jalan menurun : Salah satu yang sering dikeluhkan pemilik mobil bertransmisi otomatis adalah minimnya efek engine brake. Padahal transmisi otomatis dapat digunakan layaknya manual untuk memperoleh efek tersebut. Anda tinggal menggeser tuas atau menon-aktifkan tombol overdrive (O/D) untuk menurunkan setingkat ke posisi lebih rendah atau dapat menggunakan 2 hingga L (Low) atau 1. Ini dikarenakan saat engine brake, komputer akan memberi perintah untuk memutuskan suplai bahan bakar ke mesin. Sehingga, mesin akan berputar berdasarkan laju kendaraan.



Kamis, 06 Oktober 2011

Tips Memeriksa Mobil Bekas Sebelum Dikendarai

Jika usia mobil bekas masih baru (dari beli), tak ada salahnya untuk memeriksa kondisi mobil bekas sebelum dikendarai (pagi hari), apabila jangka pemakaiannya sudah di atas dua sampai tiga tahun. Jangan hanya karena hal kecil yang luput dari pengamatan, lalu menjadi masalah besar malah muncul. Contoh, oli mesin atau air aki. Bila sampai kering, maka itu bisa berakibat fatal. Maka inilah bagian dari kendaraan yang perlu diperiksa sebelum jalan.
Dibawah ini tips memeriksa mobil bekas sebelum dikendarai yang bisa diikuti :
  • Cek Air radiator. Untuk mobil baru, tak terlalu banyak mengisi ulang, kecuali pada tabung cadangan. Sekira sudah diisi, dan ternyata "haus" terus, segera bawa ke bengkel karena bisa jadi ada kebocoran.
  • Cek Oli mesin. Tarik dipstick dari lubangnya, lalu usap bagian ujung tempat tanda pengukur (indikator). Kemudian, masukkan lagi dipstick dan tarik lagi. Pantau ketinggian oli ada dalam batas aman (lebih dari separuh pada tanda pengukur).
  • Cek Cairan wiper. Periksa air wiper di tabungnya. Saat masuk musim panas begini, wiper berguna untuk membersihkan kaca.
  • Periksa kompartemen mesin. Cermati bagian-bagian terpenting, seperti apakah di selang ada yang getas atau bocor, apakah kepala aki kendur, apakah belt kendur atau haus, dan juga seputar kabel.
  • Cek Filter udara. Ini dilakukan bila Anda punya waktu senggang (libur) karena pengerjaannya sedikit memakan waktu. Untuk membersihkannya, semprot bagian ini dengan bantuan kompresor. Kalau tidak punya, bisa bawa filter ke tukang ban. Kalau hanya dengan cara diketuk-ketuk, kebersihannya tidak akan maksimal.
  • Periksa Lampu-lampu. Terutama rem dan sein, pastikan semua bagian itu bekerja dengan baik. Setelah itu, periksa lampu dim, lampu kecil, dan lampu utama.
  • Periksa Tekanan ban. Pastikan tekanan angin masih sesuai dengan standar yang dianjurkan. Gunakan alat pengukur tekanan angin. Bila kurang, maka segera isi ban saat kondisinya masih dingin.



Rabu, 05 Oktober 2011

Tips Mencegah Lampu Mobil Bekas Berembun

Jika anda kerap menemukan lampu utama kendaraan mobil bekas dipenuhi dengan embun di bagian dalamnya. Ini disebabkan adanya uap air yang terjebak di dalam rumah lampu yang terkondensasi membentuk butiran air di di bagian dalam lensa lampu. berikut dibawah ini tips mencegah lampu mobil bekas berembun yang bisa di ikuti : 

Kondensasi diakibatkan  adanya perbedaan suhu antara bagian luar rumah lampu yang lebih dingin dibanding bagian dalam. Uap air yang ada di dalam rumah lampu mengindikasikan bahwa rumah lampu telah kemasukan air. Umumnya rumah lampu memiliki lubang di bagian atas dan bawah yang fungsinya untuk mengakomodir adanya perbedaan tekanan udara. Kedua lubang ini biasanya dirancang untuk tidak mudah kemasukan air. 

Sebenarnya, jika bagian luar lensa lebih dingin, di malam hari misalnya, akan terjadi pengembunan di bagian dalam. Ketika suhu di luar kembali normal saat pagi menjelang, maka embun akan segera lenyap dan ini sangat normal. 

Ada juga rumah lampu yang tidak dilengkapi ventilasi sama sekali. Uap air yeng terjadi biasanya akibat adanya keretakan atau kebocoran. Karena tidak memiliki lubang, lampu model ini biasanya akan lebih parah saat kemasukan air. 

Uap air akan melekat dan terkondensasi dengan hebat. Bukan lagi dalam bentuk butiran air yang menempel di bagian dalam lensa, melainkan seperti tetesan air hujan. Proses ini berlangsung terus menerus sehingga bagian dalam lampu tergenang bagai akuarium. Kalau sudah begini, satu-satunya jalan adalah dengan membongkarnya. 

Lepas semua lampu, soket dan kabel-kabel dan lepaskan lampu dari dudukannya secara hati-hati. Setelah dilepas dari dudukannya, bersihkan seluruh rumah lampu dengan campuran air dan sabun detergen lembut, terutama bagian dalam. Setelah itu keringkan dengan lap kain halus hingga kering dan bersih. Upayakan jangan ada setetes pun air yang tertinggal dan terjebak di dalamnya. 

Jika masih ada, tuangkan sesendok alkohol di bagian yang masih terdapat air dan buang kembali. Ulangi beberapa kali, lalu keringkan dengan  cara dijemur di bawah terik matahari sambil diangin-anginkan. Bisa juga meniupnya dengan pengering rambut, namun jangan terlalu dekat agar plastik tidak meleleh. 

Setelah benar-benar kering pasang kembali lampu tersebut pada dudukannya. Bila mungkin, Anda bisa membuatkan lubang ventilasi di bagian bawah lampu yang fungsinya mirip dengan drainase, kemudian diberi penutup karet. Selamat mencoba.

Selasa, 04 Oktober 2011

Tips Mengetahui Jenis Kebocoran Oli Pada Mobil Bekas

Terkadang mobil bekas bisa mengalami masalah kapan saja, namun jika anda sering mengabaikan tanda-tanda dan gejalanya. Salah satu tanda yang paling nampak adalah adanya kebocoran atau sesuatu yang menetes dari bawah mobil.

Kebocoran bisa saja tidak diketahui. Ini berakibat masalah atau kerusakan tidak dapat segera diatasi dengan baik. Meskipun kebocoran diketahui, namun mobil tetap bisa berjalan sehingga pemilik membiarkan saja hal ini tanpa tertangani. Apabila terjadi kebocoran pada mobil bekas maka memberitahu bahwa ada sesuatu yang salah dan harus cepat diperbaiki, sehingga masalah dapat diatasi dan tidak akan menyebar.

Ada beberapa tips mengetahui jenis kebocoran oli pada mobil bekas atau minyak yang terdapat dalam mobil. Idealnya semua oli ini tidak boleh bocor keluar. Oli mesin, oli transmisi, oli rem, oli power steering merupakan beberapa contoh diantaranya. Pemilik mobil bekas bisa menentukan jenis oli apa yang bocor dengan melihat warnanya. Cairan berwarna merah biasanya berasal dari sistem power steering yang jika bocor akan memengaruhi kemampuan Anda mengendalikan kemudi mobil. Cairan merah juga bisa berasal dari oli transmisi.

Jika mengetahui jenis kebocoran oli pada mobil bekas ini yang terjadi, Anda bisa membawa mobil ke mekanik untuk mendiagnosa jenis kebocoran sebelum kondisi mobil semakin parah. Cairan berwarna terang atau kuning hingga kecoklatan bisa jadi indikasi bahwa oli rem mobil mengalami kebocoran. Oli rem yang bocor juga bisa ditemui pada velg atau bagian sekitar ban.
Jika oli rem bocor, mungkin terdapat masalah pada master silinder. Jika ini terjadi rem tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Cairan berwarna amber (coklat terang) menjadi tanda kebocoran oli mesin. 

Cairan ini bisa berwarna coklat atau kehitaman jika oli mesin sudah berumur lama. Kebocoran jenis ini merupakan tipe kebocoran yang paling umum terjadi karena berbagai sebab. Berbagai kebocoran diatas nampaknya sepele, namun bisa menjadi petunjuk ada bagian mobil yang tidak berfungi normal. Penanganan sesegera mungkin diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.